GEOMETRI RODA



Letak Penyetelan Geometri Roda
1.     Suspensi Wishbone
Penyetelan camber dan caster
Contoh :
Toyota Kijang, Colt L-300, Toyota Hiace
Penyetelan camber dengan menggunakan shim. Caranya dengan menambah atau mengurangi shim depan dan belakang yang tebalnya sama
Penyetelan caster :
Dengan menambah atau mengurangi shim depan dan belakang yang tebalnya berbeda
A+ = Camber bertambah, caster tetap
A- = Camber berkurang, caster tetap
B+ = Caster bertambah,caster bertambah
A- = Caster berkurang, camber berkurang
C+ = Caster berkurang, camber bertambah
C- = Caster bertambah, camber berkurang

2.     Suspensi Mac Pherson
Penyetelan caster pada lengan penahan
Contoh :
Honda Civic, Suzuki Carry, Daihatsu Zebra
Penyetelan camber tidak ada, hanya ada penyetelan caster
Caranya :
Dengan memendekkan atau menjangkan lengan penahan
A+  = Caster bertambah
A-    = Caster berkurang
Penyetelan camber pada pengikat nakel kemudi
Contoh :
Toyota Corolla GL, Corons dan Carina II
Penyetelan camber dilakukan dengan jalan memutar baut eksentrik pada pengikat nakel kemudi
Penyetelan caster pada pengikat sok breker bagian atas
Contoh : Mazda
Penyetelan caster dapat dilakukan dengan jalan memutar atau memindah posisi baut pengikat sok breker pada dudukannya

3.     Sistem Kemudi
Pada sistem kemudi letak penyetelan geometri roda pada tie – rod ( Penyetelan Toe – in/Toe out )
Cara penyetelan :
Memutar tie rod kiri dan kanan kalau penyetelannya dua
a). Sambungan kemudi pada suspensi independen
b). Sambungan kemudi pada aksel rigrid

PEMBACAAN JANGKA SORONG

Dalam bidang teknik mesin khususnya tentu tidak asing lagi dengan namanya alat ukur " Jangka Sorong " . Namun ketika sudah menggunakan alat ukur ini, tidak sedikit yang masih kesulitan cara menggunakan dan membaca hasil ukur dari proses pengukuran sebuah benda kerja.
   
Untuk pertama kali kita harus mengenali dan mengetahui bentuk serta fungsi alat ukur jangka sorong itu sendiri, silakan perhatikan gambar bagian-bagian jangka sorong dibawah ini :

 Jangka sorong mempunyai kemampuan untuk mengukur benda kerja sebagai berikut :

  1. Mengukur benda kerja bagian luar, seperti : kubus, persegi panjang, benda bulat, dll.
  2. Mengukur benda kerja bagian dalam, seperti : diameter dalam pipa
  3. Mengukur kedalaman, seperti : kedalaman alur kampas rem cakram
  4. Mengukur ketinggian benda bertingkat, seperti : ketebalan kampas rem cakram
Setelah kita mengenal alat ukur jangka sorong dan fungsinya sekarang berlanjut cara cepat membaca hasil ukurnya, perhatikan gambar dibawah ini :
Penjelasan langkah membaca hasil ukur pada Gbr.1  dengan ketelitian 0,05mm:
  1. Hitung jumlah ruas pada garis warna biru (Skala Utama) tepat sebelum angka nol pada ruas garis warna merah (Skala Vernier), hasilnya = 9 ruas
  2. Tuliskan angka tertera pada ruas garis warna merah sebelum garis merah yang sejajar dengan garis warna biru, hasilnya = 1
  3. Jika ada selisih lebih dari angka tertera pada garis yang sejajar langsung masukkan angka 5
  4. Sehingga hasil akhirnya adalah 9,15mm

PERALATAN UKUR


CYLINDER BORE GAUGE
Fungsi: Mengukur garis tengah bagian dalam dari sebuah benda kerja, seperti : Cylinder, lubang dudukan poros dan lain-lain. Ketelitian alat ukur ini adalah 0,01 mm



Bagian-bagian :
1.     Dial gauge
Untuk mengetahui hasil pembacaan pengukuran
2.     Grip
Bagian untuk memegang atau mengingkat dial
3.     Dial gauge securing position
Untuk mengatur posisi dial gauge
4.     Replacement rod/ anvil
Alat untuk menambah panjang bidang sentuh pada silinder yang akan menyentuh bidang ukur pada silinder
5.     Replacement washer
Alat untuk menambah kepanjangan rod
6.     Measuring point
Titik point pengukuran

Kalibrasi
a.       Set out side micrometer sesuai dengan setandar
b.      Fungsikan lock clam
c.       Masukkan rod pengukur ke dalam out side micrometer
d.      Set jarum panjang pada angka nol

SUSPENSI KENDARAAN



Untuk mengurangi ketidaknyamaan dalam berkendaraan, akibat adanya jalan yang tidak rata berlubang ataupun adanya gangguan-gangguan diperjalanan, pada kendaraan dilengkapi dengan system suspense.
Fungsi system suspensi.

Suspense yang terpasang antara badan kendaraan dengan roda-roda mempunyai beberapa fungsi diantaranya :

  1. Menyerap getaran, goncangan maupun kejutan pada kendaraan akibat jalan yang tidak rata sehingga dengan sendirinya dapat melindungi pengemudi, penumpang maupun barang-barang yang dibawanya.
  2. Menopang berat kendaraan di atas sumbu roda
  3. Menjaga keseimbangan geometris badan kendaraan terhadap roda-roda
  4. Menahan dan meneruskan gaya gesekan yang timbul dari pergesekan antara roda dan jalan sebagai akibat pengereman ke chasis dan badan kendaraan

Komponen utama pada suspense:

  1. Pegas
  2. Peredam kejut
  3. Stabilizer bar
  4. Sistem linkage

KOMPONEN MESIN BENSIN



Komponen Mesin merupakan bagian-bagian utama dari mesin khususnya yang dibahas disini adalah mesin bensin (gasoline engine). Dimana komponen utama ini merupakan suatu bentuk rangkaian mesin yang difungsikan sebagai pembuat tenaga.







Adapun yang utama dengan berurutan adalah sebagai berikut :
1.    Blok Silinder,
merupakan bentuk dasar dari mesin dan pada blok silinder ini  terdapat beberapa buah silinder mesin, pada tiap silinder terdapat sebuah torak/piston yang dipasangkan pada salah satu ujung batang piston, sedangkan ujung piston yang lain berhubungan langsung dengan poros engkol/crank shaft, maka dengan demikian gerak naik turunnya piston dapat menggerakan poros engkol. Sedangkan dibagian atas kepala silinder pada bagian dalamnya berbentuk sebuah ruang bakar dan dilengkapi dengan katup-katup hisap dan buang.







Blok silinder biasanya terbuat dari besi tuang/cor tetapi ada pula yang terbuat dari paduan almunium dengan tujuan untuk mengurangi berat serta menambah panas radiasi. Beberapa silinder disusun pada blok silinder, bagian atasnya ditutup dengan kepala silinder sedangkan bagian bawah blok silinder membentuk ruang engkol untuk penempatan dan pemasangan kelengkapan, seperti dinamo starter (untuk start awal gerak poros engkol, alternator, pompa bensin serta distributor.

2.    Silinder
merupakan bagian yang memindahkan tenaga panas ke tenaga mekanik dan untuk tujuan ini piston bergerak naik memadatkan gas. Untuk memperoleh tenaga maksimum ataupun optimum diusahakan tidak terdapat kebocoran-kebocoran pada gas-gas yang dibakar diantara piston dan silinder. Gesekan dan keausan diusahakan seminim mungkin yang diakibatkan oleh gerakan-gerakan meluncur dari piston. Untuk memperkecil hal ini, dinding silinder diperkeras dengan besi tuang/cor, atau dengan diberikan khrom pada dinding-dinding silinder untuk membatasi keausan tadi. Jika dinding silinder telah aus .. maka perbaikan yang dilakukan adalah dengan mengebor kembali dinding silinder dengan bore tune, sehingga silinder ruang menjadi lebih besar maka membutuhkan piston/torak juga lebih besar karena bertambahnya diameter ukuran silinder (berhubungan dengan kecepatan pada saat dragrace, dimana ruang silinder dan piston semakin besar dibutuhkan suplay bahan bakar lebih besar sehingga digunakan karburator minimal 2 barrel atau 4 barrel) Untuk menghindari semakin tipisnya dinding dalam dan dinding luar silinder (ketebalan silinder) maka sebaiknya dinding dalam diberikan pelapis khrom sehingga permanen karena meminimalisasi keausan .. dan piston bisa dipertahankan tidak memerlukan penggantian piston yang lebih besar.






3.    Bak engkol (karter)
Terletak dibawah blok silinder digunakan sebagai penampung oli mesin yang terbuat dari baja press. Pada karter ini juga dilengkapi ventilasi untuk menghubungkan ruang dalam dengan udara luar. Karter dibaut dibawah bak engkol dan diantaranya diberikan gasket (pelapis karet) untuk menghindari kebocoran pada sambungan tersebut sehingga oli mesin tidak bocor merembes keluar.





4.    Kepala Silinder
dibaut dengan blok silinder dibagian atas dan diantaranya juga diberikan gasket, terdapat lubang-lubang untuk pemasangan busi dan mekanik katup yang dilengkapi pada mesin. Kepala silinder pada umunya dibuat dari besi tuang campuran almunium untuk membatasi pemuaian. Juga dilengkapi mantel pendingin yang berhubungan denga blok silinder untuk memberikan pendinginan pada katup-katup dan busi-busi.
5.    Torak/piston,
Komponen ini wajib mempunyai sifat tahan terhadap tekanan dan suhu tinggi dan dapat bekerja dengan kecepatan tinggi. Kepala piston umumnya mempunyai permukaan yang datar tetapi ada pula yang cembung atau cekung. Pada bagian atas torak terdapat 2-3 celah untuk pemasangan pegas-pegas piston. Bahan dasar piston adalah campuran besi tuang dan aluminium karena ringan dan mempunyai penghantar panas yang baik. Paduan yang tidak seimbang akan berakibat buruk dimana pada suhu yang sangat tinggi akan membuat piston memuai dan berubah bentuk. 
Oleh sebab itu dijumpai diameter bagian atas torak agak lebih kecil dari bagian bawahnya, dimanadalam keadaan suhu tinggi maka bagian atas dan bawah akan menjadi sama besar.
- Antara piston dan dinding harus diberikan kerenggangan tertentu karena adanya pemuaian pada waktu mesin bekerja yang mana disebut renggang piston/torak. Bila terlalu besar maka akan terjadi kebocoran gas yang keluar dan minyak oli mesin akan masuk ke ruang piston dan silinder, sehingga suara piston berisik. Bisa dilihat/dibuktikan jika asap kenalpot (gas buang) terdapat asap putih ... berarti kemungkinan oli mesin ikut terbakar karena terlalu besar keranggangan ini. Bila terlalu kecil akan menimbulkan gesekan yang akan lebih besar sehingga pelumasan tidak sempurna.


- Pena piston, berguna untuk menghubungkan piston dengan ujung batang piston, berbentuk pipa untuk mengurangi berat dan pada kedua sisinya disangga oleh bos-bos yang terdapat pada piston.
- Pegas piston, berguna untuk perapat dan menjaga agar gas-gas tidak keluar selama langkah kompresi dan langkah kerja dalam ruang bakar. Dan juga untuk mengikis oli pelumas dari dinding silinder, mencegah oli masuk ke ruang bakar. Umumnya terbuat dari besi cor khusus dan diberi potongan untuk memudahkan pemasangan ke dalam alur pegas yang terdapat pada piston. Diameternya sedikit lebih besar dari diameter piston, dan setelah terpasang maka kekenyalan pegas piston ini menekan dinding silinder.



6.    Batang piston
Adalah komponen/part yang menghubungkan piston dengan poros engkol/crankshaft dibuat dengan bentuk "I" , terbuat dari baja spesial.

7.    Poros engkol/crankshaft
Mempunyai tugas penting yaitu mengubah gerakan lurus piston yang berada dalam silinder pada gerak kerja menjadi gerak putar dengan melalui batang-batang piston serta menjaga pergerakan piston dalam lengkah-langkah selanjutnya. Poros engkol terdiri dari pusat putaran dimana pada pena engkol dipasangkan batang piston. Bagian ujung depan poros engkol dibuat sedemikian rupa sehingga memungkinkan pemasangan gigi pengatur (timing gear) yang berfungsi untuk menggerakan sumbu nok dan puli untuk menggerakan pompa air/alternator (waterpump). Sedangkan bagian ujung belakang dipasangkan dengan flens untuk pemasangan roda penerus (roda gila).

8.    Roda penerus/flywheel
Merupakan piringan yang terbuat dari besi tuang dan dibaut pada ujung belakang poros engkol. Dimana poros engkol hanya mendapatkan tenaga putaran dari langkah kerja saja, agar supaya dapat bekerja pada langkah yang lainnya maka poros engkol harus dapat menyimpan day putaran yang diperolehnya. Bagian yang menyimpan tenaga putaran ini adalah roda penerus yang juga dilengkapi dengan gigi ring yang dipasangkan di bagian luar untuk perkatian dengan starter pinion.